SELAMAT DATANG DI ALAM INSPIRASI.....INI HANYALAH CATATAN KECIL KISAH YANG TERCECER DI LORONG KEHIDUPAN.......

Kamis, 30 Mei 2013

Tak ku Duga

By : Abubakar Yakub Tak ku duga kondisi ini ku alami

Jau....jauh.....jauh dalam bayangku
Berbagai tanda dan tanya
Kenapa aku yang harus mengalaminya
Kenapa bukan orang lain
Bukan aku tak sanggup memaknainya
Tetapi aku masih bertanya
Kenapa kondisi ini harus ku alami?
Hanya berserah diri
Allah telah mentakdirkanku disini
Di tempat ini
Detik ini
Melewati hari2ku
Memaknai dinamika yang jauh dalam bayangku
Mataram, 31 Mei 2010
Nb : Pengalaman penempatan pertama di Bagian Umum dan Informasi Kanwil BPN Provinsi NTB. Bukan tidak terima dengan kondisi yang terjadi, namun nuansa pertama kali yang aku injak sangat jauh dalam bayanganku. Bukan masalah pekerjaan atau tupoksi, namun realita yang nampak begitu tak bersahabat. Meski akirnya tempat itulah yang selalu menginspirasiku untuk selalu memaknai kehidupan ini dengan arif.
Selengkapnya...

Rabu, 29 Mei 2013

Pintaku

By: Abubakar Yakub

Engkau telah melewati kemenangan ini
Mengalahkan pertarungan dalam segala lini
Mengokohkan posisi
Untuk menduduki kursi
Pintaku........... Jadilah pemimpin yang amanah
Agar engkau jauh dari fitnah
Yang membuatmu takkan punah
Apalagi musnah
Pintaku padamu......
Engkau telah diberi kepercayaan
Menjalankan tugas suci nan mulia
Mengurusi rakyat yang kian menjerit
Di tengah kehampaan spritual dan materi
Pintaku padamu
Engkau arif memaknai dinamika
Onak duri mengiringi langkah
Bukan hanya suka
Tetapi juga duka
Pintaku padamu.............
Janganlah engkau sombong
Atas kemenangan ini
Tugas berat selalu menanti
Menyeberanglah dengan tenang
Di tengah ombak kritik dan cercaan
Sebab engkau bukanlah malaikat
Yang tanpa dosa dan khilaf
Selamatlah...
Berlayarkan dengan penuh hati-hati
Agar tidak tenggelam di tengah lautan
Tataplah selalu ombak di depanmu
Sebagai bahan referensimu untuk bertindak dan bersikap
Memaknai kultur yang tiap saat kian berubah
Mataram, 07 Juni 2010
Selengkapnya...

Rabu, 23 Januari 2013

“ Potret Buram Demokrasi Desa “

Oleh : Abubakar Yakub.

Pemilihan Kepala Desa merupakan pesta demokrasi yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat. Desa dengan segala dinamika dan dialektikanya selalu menampilkan dua sisi yang berlawanan seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman. Dalam beberapa hari ke depan, salah satu desa yang akan melaksanakan pesta demokrasi di Kabupaten Bima adalah Desa Ngali Kecamatan Belo. Ngali merupakan salah satu desa yang cukup dinamis. kedinamisan Ngali tidak lepas dari banyaknya tokoh-tokoh intelektual yang ada di dalamnya. Tidak saja dalam skala kecil namun nasional bahkan mendunia. Sebagaimana dengan desa-desa lainnya,
Ngali tetaplah menyimpan berbagai masalah, terutama dalam menghadapi pilkades yang akan berlangsung tanggal 28-29 Januari 2013. Dalam tulisan singkat ini, saya ingin menyoroti dampak negatif dari euforia demokrasi di tingkat lokal (desa): Beberapa implikasi negatif yang bisa kita amati dari pesta demokrasi di desa Ngali khususnya: Pertama, Konstituen tidak lagi melihat calon dari kapasitas intelektual dan religiusitasnya, namun lebih kepada hubungan darah dan kekerabatan yang sifatnya politik. Kedua, adanya segregasi kelompok yang lebih banyak memicu terjadinya konflik horizontal, kondisi ini tentunya dilatarbelakangi oleh keawaman masyarakat dalam memahami esensi politik yang sesungguhnya. Saling olok antara satu dengan lain di anggap hal yang lumrah ketika moment seperti ini. Calon – calon selalu dicari kekurangan dan kelebihan sampai ke tingkat yang paling kecil. Inilah yang akan menjadi pamungkas untuk menyerang calon lain. Ketiga, pengkotak-kotakkan yang berujung pada tidak saling tegur sapa (ncao) Keempat, adanya kampanye negatif yang dialamatkan kepada pasangan lain. Kelima, putusnya hubungan kekeluargaan, Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan, politik telah meretakkan keharmonisan keluarga yang jauh lebih penting untuk dipertahankan ketimbang hubungan dukung-mendukung yang sifatnya temporer. Melihat kondisi masyarakat Ngali dengan kulturnya yang terkenal dengan gudangnya orang-orang intelektual dan agamis, nampaknya kita semua harus mengambil peran terutama dalam memahamkan masyarakat, wabilkhusus kepada keluarga kita akan makna demokrasi yang sesungguhnya. semoga Pilkades desa Ngali berjalan dengan aman, lancar, jauh dari saling bermusuhan, serta menghasilkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab Rekomendasi sederhana yang sekaligus saran bagi kepala desa yang akan terpilih adalah sebagai berikut : Pertama, sebagaimana saran teman-teman di face book Ngali Tercinta, bahwa siapapun yang memimpin Ngali ke depan, jangan membuat pengkotak-kotakan di antara warga. Kedua, galakkan kegiatan-kegiatan kepemudaan seperti olahraga rutin antar RT. Hal ini untuk memicu keakraban dan kebersamaan diantara warga. Ketiga, dekatlah dengan masjid, disinilah kuncinya pemimpin yang sukses. karena disanalah sumber ketenangan itu akan kita gapai. Pemimpin harus akrab dengan masjid, galakkan kegiatan-kegiatan keagamaan. dengan begitu Insya Allah Ngali akan kembali jaya dengan orang-orangnya intelek lagi religius. semoga tulisan ringan ini bermanfaat. Selengkapnya...

Jumat, 21 September 2012

" Memaknai Sapta Tertib Pertanahan "

By: Abubakar Yakub, S.Sos*
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN)RI akan melaksanakan Hari Ulang Tahun yang ke-52 pada tanggal 24 September 2012. Hari dimana Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) secara resmi di undangkan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. Soekarno pada tahun 1960. Di usia yang tidak muda ini, BPN selalu menghadapi tantangan dan kendala seiring dengan perkembangan teknologi dan penyebaran informasi. Namun BPN tetap terus melakukan pembenahan dan penataan kelembagaan terutama dalam merespon perkembangan dan dinamika konflik di bidang keagrariaan yang kerap menimbulkan korban jiwa. Berbicara masalah tanah selalu menjadi bahan yang hangat untuk diperbincangkan, tidak saja oleh kalangan akademisi, birokrat, legislatif dan yudikatif, namun masyarakat kecil kerap dijadikan obrolan yang serius dan menegangkan. Mengingat tanah merupakan sumber mata air kehidupan yang akan melangsungkan eksistensi kehidupan manusia di muka bumi ini.Beberapa kasus pertanahan akhir-akhir ini selalu menyemarakkan media massa baik elektronik maupun cetak. Kondisi itulah yang mendorong jajaran BPN untuk selalu mencari alternatif penyelesaian masalah yang mengedepankan win-win solution.
Penyelesaian konflik dengan konsep WWS adalah upaya mediasi yang dilakukan pihak BPN untuk mencari keadilan bagi pihak yang bersengketa, sehingga sedini mungkin masalah itu bisa diurai dan ditelusuri bersama sebelum akhirnya ke meja hijau. Upaya mediasi ini diharapkan untuk mencari keadilan bagi kedua belah pihak agar tidak ada dendam yang berkepanjangan yang membuat kondisi kehidupan akan terganggu. Di usia yang ke- 52 ini dengan tema " Dengan Sapta Tertib Pertanahan, Kita Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat ". Sebuah tema yang syarat makna karena ketujuh Tertib Pertanahan tersebut adalah butir-butir yang apabila kita renungi dan laksanakan, maka dengan sendirinya masyarakat akan terpuaskan dengan pelayanan yang kita berikan. Konsistensi dan komitmen dalam menjalankan sapta tertib pertanahan tersebut tentunya akan berimplikasi pada minimnya pengaduan dan keluhan dari masyarakat. Dengan demikian minimnya pengaduan berarti konflik di bidang pertanahan juga semakin menurun di tengah-tengah masyakarat. Semoga di Hari Agraria Nasional tahun 2012 ini, merupakan momentum bagi pegawai pertanahan untuk melakukan oto kritik, bahwa sudah sejauhmana pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat sehingga mampu memuaskan mereka?. sebuah pertanyaan yang perlu dijawab dengan aksi nyata, bukan dengan retorika. Sekali lagi Hanya dengan menghayati dan konsisten menjalankan Sapta Tertib Pertanahan, Insya Allah semuanya akan berjalan dengan baik dan aman...Semoga
* Penulis adalah Staf Bagian Umum dan Informasi Kanwil BPN Provinsi Nusa Tenggara Barat
Selengkapnya...

Jumat, 07 September 2012

Wa’alaikumussalam

By : Abubakar Yakub
Merdu suara itu menyapa qalbu
Di tengah desiran ombak yang menggebu
Dibawah rimbunan dedaunan yang hijau
Mengusir keheningan khusu’
Suara itu semakin merasuk ke dalam sanubari
Sinar mentari pagi menjadi kelabu
Di kecerian menyambut pagi
Ditemani dinginnya angin sepoi-sepoi
Sejenak aku mengatur nafas sembari menyimak
Kelanjutan kalimat yang akan disampaikan
Innalillahi wainna ilaihi rodji’un
Kalimat yang menyentuh qalbu
La haula walaku wata illa billah
Hanya itu yang sanggup menyapa kegundahanku
Aku tahu
Bukanlah sosok yang bayangkan yang menghadap kehadirat-Nya.
Namun...
Kalimat itu begitu kuat mengingatkanku
Pada sosok yang tengah terbaring lemas diseberang sana
Entahlah...
Bayangan ibuku begitu dekat
Sedekat suara pengumuman yang begitu keras ditelingaku
Seakan sosok pahlawan itu ada di hadapanku
Gundah, sedih, semua berkecamuk dalam batin ini
Mesti lagi-lagi yang dimaksud bukanlah sosok ibuku
Namun
Lagi-lagi
Bayangan ibuku begitu hadir
Hingga air mata ini jatuh dengan sendirinya
Ibu....
Semoga engkau segera sembuh
Semua ini adalah cobaan untuk kualitas imanmu
Anakmu akan selalu mendo’akan
Dimanapun berada...
Catatan : Puisi sederhana di atas di tulis ketika mengikuti Diklat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia di Hotel Jayakarta Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB. Pada saat itu setelah bermalam seharian, pagi-pagi beberapa peserta berlari pagi di pinggir pantai sambil menikmati panorama alam yang indah di sepanjang pantai senggigi. Di tengah asik berlari sambil bercerita dengan teman-teman, tiba-tiba saya mendengar suara pengumuman bahwa ada warga yang meninggal dunia di perkampungan di sekitar hotel tempat kami menginap. Pengumuman itulah yang membuat aku sedih dan merenung sejenak, karena kemarin saya dapat kabar dari saudara bahwa ibuku sedang sakit. Sontak suasana keceriaan itu menjadi kelabu dan galau.
Pantai Senggigi Hotel Jayakarta Mataram, 28 Mei 2012
Selengkapnya...

Pelantikan Pejabat Eselon IV di Lingkungan Kanwil BPN NTB

Pelantikan Eselon IV Selengkapnya...

Jumat, 03 Agustus 2012

“Jangan Biarkan Tanah Terlantar “

By : Abubakar Yakub
Pertikaian demi pertikaian di negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke
Tanah menjadi lahan diperebutkan
Tidak saja secara horizontal
Negara dan masyarakat
Pengusaha dan petani
Lagi..lagi...tanah
Menjadi idola permasalahan
Disini kami butuh makan
Butuh ladang dan sawah
Beri kami sejengkal tanah untuk bernaung
Di bawah terik mentari
Menatap sisa hidup
Disini kami menatap
Hamparan tanah yang begitu luas
Namun...
Mata hanya kuasa menyaksikan
Sedang hati ini perih meronta
Yak punya daya dan upaya
Tanah ini bukan milik kami
Entahlah milik siapa...???
Disini tanah masih kosong
Dikuasai tapi tak dimanfaatankan
Dikuasai tapi diagunkan
Dikuasai tapi dikhinati
Atas nama kekuasaan
Atas nama harta
Engkau menerlantakan tanah
Untukmu wahai penguasa
Untukmu wahai pengusaha
Untukmu wahai tuan tanah
Jangan biarkan tanah terlantar
Di tengah kelaparan dan kepiluan menerpa
Menerjang sendi kehidupan masyarakat
Ngali, 03 Agustus 2012
Selengkapnya...