By : Abubakar Yakub*
Kehidupan menampakkan kompetisi yang sangat dahsyat. kompetisi yang tiada akhir. karena memang kehidupan itu adalah komptetisi. bukan saja dalam hal mengejar materi untuk kebutuhan fisik. akan tetapi yang jauh lebih kompetitif adalah mengejar/menggaapi surga. dunia adalah fatamorgana yang kerap melalaikan mata batin kita. sehingga yang nampak dalam benak kita adalah indah dan menyenangkan. padahal sesungguhnya apa yang kita saksikan indah itu adalah nisbi. kenapa demikian?. kita selalu diperhadapkan dengan orang-orang yang secara materi melimpah ruah, namun nampak potret kehidupannya tidak gelisah, susah dan mengalami kekeringan rohani. kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan. betapa kekayaan dan kedudukan yang dimiliki ternyata tidak memberikan ketenangan dan kedamaian dalam hidup.
kembali ke tema mengenai kompetisi. Dunia adalah arena kompetisi. ada 2 jenis kompetisi yang diperbutkan oleh manusia:
1. Kompetisi untuk mendapatkan dunia. jika orientasi hidup kita adalah dunia. maka dengan segala upaya dan cara orang berusaha menggapaintya. bahkan dengan cara yang haram sekalipun. naudzubillahi mindzalik. tentunya kondisi ini tidak kita harapkan.
2. kompetisi untuk masuk ke dalam surga. inilah kompetisi yang sejati. kita hidup di alam yang hedonis, permisif dan materialis saat ini, kerap menutup mata batin kita untuk melihat kebaikan yang sesungguhnya. godaan dan cobaan begitu besar dan banyak. jika kita lemah makan akan termakan oleh virus kehidupan. oleh karena itu untuk mewujudkan cita dan tujuan tersebut, maka tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Allah. TAQWA. itulah kuncinya.
MANUSIA BEGITU TERGODA DENGAN DUNIA
PADAHAL DUNIA AKAN MENINGGALKANNYA
NAMUN..
KENAPA MANUSIA BEGITU TERGODA
APAKAH MATA BATINNYA TAK LAGI BERFUNGSI
ATAUKAH...
SAMA SEKALI TELAH MATI.
YA.. ALLAH
BIMBINGLAH HAMBAMU DALAM MENAPAKI KEHIDUPAN INI.
YANG TIAP HARI SELALU MENAMPILKAN GODAAN DAN COBAAN YANG BERBEDA
DALAM BENTUK DAN WARNA YANG BERBEDA.
JADIKAN HAMBAMU MENCINTAI AKAN ILMU
ILMU YANG MENGANTAKAN KE SURGAMU
YA ALLAH
TETAPKANLAH HATI HAMBAMU DI JALANMU YANG LURUS.
SEHINGGA DAPAT BERJALAN DI TENGAH TERPAAN YANG MENDERA
Mataram, 04 Desember 2010
* Penulis adalah Staf Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTB
Selengkapnya...
Sabtu, 04 Desember 2010
Jangan Lemah karena Dunia adalah Arena Kompetisi
Kamis, 11 November 2010
Masihkah Kita Sombong?
By : Abubakar Yakub
Indonesia kembali berduka. Musibah dan bencana datang pergi silih berganti. Dari Sabang sampai Merauke. Banjir bandang di Wasior, Gempa Bumi di Kepulauan Mentawai dan semburan abu panas dari Merapi sampai saat ini masih kita saksikan. Keadaan ini mempertontokan kepada kita akan kuasanya. Selama ini kita hanya mampu memprediksi dan menduga. Hanya sebatas itu. Tidak ada yang mampu meremnya sejenak apalagi menghentikannya.
Musibah demi musibah menerpa
Dari Timur sampai Ke Barat
Tak kenal tempat
Tak kenal waktu
Tak kenal siapa
Indonesia kembali berduka
Bencana demi bencana
Mempertonton kepada kita akan kuasa-Nya
Tidak ada yang sanggup menerka
Apalagi menghentikan
Manusian hanya mampu pasrah
Kita hanya sanggup menonton
Tentang scenario besar sang MAHA KUASA
Masihkah kita sombong?
Dengan kapasitas keilmuan yang kita miliki
Dengan harta benda yang melimpah ruah
Dengan kekayaan alam yang terbentang luas
Sungguh
Semua akan sirna
Semua akan hilang dalam sekejap
Mataram, 10 November 2010
Selengkapnya...
Jumat, 29 Oktober 2010
B a n g u n a n H a m p a
By : Abubakar Yakub
Bangunan itu begitu megah
Melengkapi tata ruang kota
Tiangn-tiangnya penuh ukiran
Tamannya begitu asri
Sungguh....begitu mempesona
Namun....
Bangunan itu tak memiliki ruh
Bangunan itu hampa
Bukan karena ornamen dan aksesorisnya
Bukan pula karena fasilitasnya
Apalagi manusia yang mengelilinginya
Bangunan itu tak memiliki ruh
Auranya tidak memancarkan sinar penerang
Hanya ornamen fisik yang memakau
Hanya aksesoris semata
Jama’ahnya entah kemana
Ironi.......
Bangunan itu dikelilingi penduduk
Entah kenapa???
Gedung megah itu sepi dari penghuni
Kenapa hanya dibiarkan berdiri kokoh?
Ataukah itu hanya sekedar kebanggaan semu?
Untuk menampakkan symbol keagamaan
Bangunan itu.....
Usianya tidak berbanding lurus dengan usia jama’ah
Dia begitu muda
Sementara penghuninya sudah renta
Yang secara matematis sebentar lagi akan wafat
Tiangnya tidak berbanding lurus dengan jumlah kaki yang berbaris rapat
Ratusan tiang hanya menjadi jama’ah bisu
Bangunan itu hanya diisi oleh segelincir manusia.
Inikah kota dengan julukan seribu masjid
Entahlah....
Mataram, 29 Mei 2010
Selengkapnya...
Bima at My Memory
By: Abubakar Yakub
B I M A
Nama yang selalu menginspirasi
Bukan karena ingin mengkultuskan tempat kelahiranku
Namun…..
Dinamika dan dialektikanya yang tak pernah reda
B I M A
Engkau begitu tenar
Engkau bak pahlawan Bukan karena kulturmu yang bersahaja dan religius
Apalagi keuletan wargamu yang tak kenal lelah
Tapi……
Ulah dan tingkah penghunimu yang kerap irasional
Menghiasi media lokal dan nasional
B I M A
Itulah tempat kelahiranku
Tempat aku dibesarkan
Tempat aku mengenal kesahajaan dan kebersamaan
Tempat aku banyak memaknai arti perjuangan hidup
Kemarin…..
Orang begitu kagum pada nama itu
Pada penghuninya yang ramah dan santun
Pada ummatnya yang berakhlak mulia
Pada kutlurnya yang melahirkan tokoh-tokoh religious
Bukan saja dalam skala local
Tetapi nasional bahkan mendunia
Namun.....
Semua itu tinggal cerita
Semua itu telah menjadi album memory
Hari ini……
Aku menyaksikan keonaran dan kegaduhan
Virus fitnah menfitnah
Gelombang adu domba yang tak berujung
Hingga merusak tatanan sosio kultural
Masih tentang hari ini…..
Hari yang jauh berbeda dengan kemarin
Hari dimana etika social dan kultur religius telah luntur
Entah karena gelombang modernisasi
Ataukah euforia demokrasi
Yang pasti hari ini begitu jauh berbeda dengan kemarin
Hari Esok…..
Bagaimana tentang esok
Entahlah……
Apa yang akan terjadi
Yang pasti....
Dalam untaian do'a2 panjangku..
Namamu selaluku kutitipkan
Pada Yang Maha Kuasa
Pada kampungku yang melahirkan kesahajaan.
Mataram, 26 Oktober 2010
Selengkapnya...
Selasa, 26 Oktober 2010
Jumat, 22 Oktober 2010
Jangan Kau Dekati Aku
By : Abubakar Yakub
Jangan kau dekati aku
Alam kita berbeda
Pikiran kita berbeda
Tujuan kita berbeda
Jangan kau dekati aku
Alam kita berbeda
Kau melihatku
Aku tak melihatmu
Jangan kau dekati aku
Pikiran kita berbeda
Kau menyesatkanku
Aku beriman kepada Allah
Jangan kau dekati aku
Sebab
Tujuan kita berbeda
Neraka telah menantimu
Syurga firdaus
Cita-cita tertinggiku
Mataram, 12 Juni 2010
Selengkapnya...
Untukmu Saudara
By : Abubakar Yakub
Setiap kali aku menyahutmu
Engkau selalu menyambutku dengan penuh tanda tanya.
Aku paham
Aku mengerti
Apa yang ada dalam pikiranmu
Saudaraku…..
Tiap kali kau mengutarakan kegundahanmu
Tiap itu pula aku merenung
Engkau begitu mempercayaiku
Sehingga tidak ada jarak antara kita
Apalagi yang rahasia
Saudaraku…
Kau begitu menginspirasi
Keuletan dan spiritmu begitu membara
Engkau tak kenal menyerah
Engkau tak kenal nanti
Saudaraku……
Perjuanganmu begitu berat
Cita-cita itu telah membakar semangatmu
Beragam cara engkau tempuh
Untuk menggapai cita dan impianmu
Saudaraku…..
Engkau sahabat sejatiku
Engkau sahabat inspirasiku
Menemani langkah
Mewujudkan cita dan impian
Semoga persahabat itu
Bukan hanya disini
Tetapi langgeng hingga di akherat kelak.
Mataram, 28 Juni 2010
Selengkapnya...
